Hari Raya Idul Adha atau hari raya qurban merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. Peristiwa qurban mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus diutamakan di atas segala-galanya. Selain menjadi ibadah, qurban juga menjadi sarana mempererat kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan dalam pendidikan di SDI Daarul Huda agar peserta didik tumbuh menjadi anak yang beriman, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fa shalli lirabbika wanhar
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bentuk rasa syukur dan penghambaan kepada Allah SWT. Di SDI Daarul Huda, nilai syukur ini diterapkan melalui pembiasaan ibadah, pembelajaran akhlak, serta kegiatan sosial yang melibatkan siswa secara langsung. Anak-anak diajarkan untuk saling berbagi, membantu teman, dan menghormati sesama sejak usia dini.
Selain itu, qurban juga mengajarkan pentingnya keikhlasan dan pengorbanan. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ
Mā ‘amila ibnu Ādama yauman-naḥri ‘amalan aḥabba ilallāhi min ihrāqid-dam
“Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah hewan qurban.”
(HR. Tirmidzi)
Melalui semangat tersebut, SDI Daarul Huda berupaya menanamkan karakter rela berkorban demi kebaikan bersama. Misalnya dengan membiasakan siswa disiplin belajar, berbagi makanan, membantu teman yang kesulitan, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan sekolah. Pendidikan tidak hanya fokus pada ilmu akademik, tetapi juga pembentukan karakter islami yang kuat.

