Pentingnya Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) untuk Anak SD

Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia sekolah dasar. Pada tahap perkembangan ini, anak tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga keterampilan untuk mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, serta mengambil keputusan yang tepat. PSE membantu anak memahami dan mengenali perasaan mereka sendiri maupun orang lain, sehingga mampu menumbuhkan sikap empati, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini.

Di usia sekolah dasar, anak berada pada masa emas perkembangan karakter. Tanpa bimbingan sosial-emosional yang baik, anak berisiko kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan, sulit bekerja sama, bahkan mudah terjebak pada perilaku negatif. Dengan adanya PSE, anak didorong untuk memiliki keterampilan hidup (life skills) yang akan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan mereka di masa depan, baik dalam dunia pendidikan, sosial, maupun kehidupan sehari-hari.

Penerapan PSE di SDI Daarul Huda

Sebagai sekolah yang mengedepankan pendidikan holistik, SDI Daarul Huda menerapkan Pembelajaran Sosial-Emosional dalam kurikulumnya. PSE tidak hanya diajarkan dalam bentuk teori, tetapi langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan agar siswa dapat benar-benar merasakan manfaatnya secara nyata, bukan sekadar pengetahuan.

Contohnya, setiap pagi siswa diajak untuk saling menyapa dan berjabat tangan dengan guru maupun teman, sebagai bentuk pembiasaan sopan santun dan penghargaan terhadap orang lain. Dalam kegiatan belajar kelompok, guru membimbing siswa untuk bekerja sama, mendengarkan pendapat teman, serta belajar menyelesaikan perbedaan dengan cara yang baik. Selain itu, SDI Daarul Huda juga mengintegrasikan kegiatan refleksi harian, di mana anak diminta menceritakan perasaan mereka hari itu, sehingga mereka terbiasa mengenali dan mengelola emosinya.

Tidak hanya itu, sekolah juga menanamkan nilai-nilai empati melalui kegiatan berbagi, misalnya program sedekah Jumat atau kunjungan sosial ke panti asuhan. Dengan praktik langsung ini, anak-anak belajar bahwa membantu sesama adalah bagian dari tanggung jawab sosial.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cropped-cropped-cropped-png_20230712_083018_0000.png