Prespektif Gender Dalam Prestasi Belajar Siswa/i Kelas 1 SDI Daarul Huda

Prestasi belajar siswa sering kali menjadi tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi prestasi belajar adalah gender. Artikel ini akan menganalisis perbedaan prestasi belajar antara siswa laki-laki dan perempuan di kelas 1 SDI Daarul Huda berdasarkan data nilai mata pelajaran yang tersedia. Penelitian ini difokuskan pada anak usia 6-7 tahun, mengingat usia tersebut merupakan fase penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak.

Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup nilai siswa dalam berbagai mata pelajaran, seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Sbk, Pjok, Bahasa Inggris, Btq-Tahfizh, Bahasa Arab, Fiqih Ibadah.

Data Hasil Belajar Siswa/i Kelas 1 SDI Daarul Huda Tahun Ajaran 2024-2025 Semester Genap

Dari tabel yang tersedia, terlihat bahwa laki-laki cenderung unggul dalam mata pelajaran Matematika dengan rata-rata nilai 88,47 sedangkan perempuan memiliki rata-rata 87,83. Sementara itu, perempuan menunjukkan prestasi lebih tinggi dalam mata pelajaran Bahasa (90,46 vs 91,65) dan Seni (88,46 vs 92,05). Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa laki-laki sering kali lebih percaya diri dalam menghadapi soal-soal matematika, sementara perempuan lebih unggul dalam bidang verbal dan kreativitas.

Beberapa penelitian nasional dan internasional mendukung temuan ini. Misalnya, Hyde et al. (2008) dalam studinya yang berjudul *”Gender Similarities in Mathematics Performance”* menemukan bahwa meskipun perbedaan kemampuan matematika antara laki-laki dan perempuan tidak terlalu besar, laki-laki cenderung lebih dominan karena faktor motivasi dan kepercayaan diri. Di sisi lain, Halpern (2012) dalam bukunya *”Sex Differences in Cognitive Abilities”* menjelaskan bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam kemampuan verbal dan seni sejak usia dini, yang mungkin dipengaruhi oleh perkembangan otak dan lingkungan sosial.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa metode pengajaran yang berbeda dapat memengaruhi prestasi siswa berdasarkan gender. Oleh karena itu jika dilihat secara garis besar rata-rata seluruh pelajaran perempuan lebih unggul daripada laki-laki. Sebagaimana tercantum pada tabel dibawah ini.

Hasil Rata-rata siswa/i kelas 1

Gurian (2011) menyarankan agar pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik gender untuk memaksimalkan potensi siswa. Misalnya, laki-laki mungkin lebih responsif terhadap pembelajaran berbasis eksplorasi, sementara perempuan lebih unggul dalam tugas-tugas terstruktur dan kolaboratif.

Kesimpulannya, terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa laki-laki dan perempuan di kelas 1 SDI Daarul Huda, dengan laki-laki unggul dalam Matematika dan perempuan lebih baik dalam Bahasa dan Seni, dan Nilai rata-rata keseluruhan bahwa Perempuan lebih unggul dari pada Laki-laki dengan nilai 92,13 vsĀ  92,94 Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pendidik untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang inklusif dan efektif bagi semua siswa. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti lingkungan keluarga dan gaya belajar yang mungkin turut memengaruhi prestasi siswa.

**Daftar Pustaka**
Hyde, J. S., et al. (2008). *”Gender Similarities in Mathematics Performance”*. Science.
Halpern, D. F. (2012). *”Sex Differences in Cognitive Abilities”*. Psychology Press.
Gurian, M. (2011). *”Boys and Girls Learn Differently!”*. Jossey-Bass.

Artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran gender dalam prestasi belajar serta menjadi referensi bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung perkembangan akademik anak.

1 thought on “Prespektif Gender Dalam Prestasi Belajar Siswa/i Kelas 1 SDI Daarul Huda”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cropped-cropped-cropped-png_20230712_083018_0000.png